Selasa, 12 November 2013

Perbedaan Antara Uang dan Duit


PERBEDAAN ANTARA UANG DAN DUIT

Perbedaan Antara Uang dan Duit
Contoh lain duit juga sering diartikan untuk menyimpulkan hal yang jumlahnya sedikit (murah). 
Contohnya ; “ah, kaya gituan doang paling berapa DUIT?” tapi pernahkah agan bilang ; “ah, kaya gitu doang paling berapa UANG?”

Sedangkan uang, lebih diartikan untuk jumlahnya yang banyak. Misalkan gini ; “koruptor memberikan sejumalah UANG kepada ketua MK..” atau “para pencuri kabur dengan membawa sejumlah UANG..”

Sebenarnya Duit (bahasa Belanda: duit, bahasa Jerman: deut) merupakan sebutan informal untuk uang dalam bahasa Indonesia dan bahasa Melayu. Istilah ini berasal dari nama salah satu uang koin logam yang digunakan dalam perdagangan di Belanda serta wilayah di barat Jerman yang berbatasan dengannya (Kleve dan Geldern) pada abad ke-17 dan ke-18. Indonesia, Malaysia dan beberapa wilayah di Amerika dan Afrika yang pernah berada di bawah pemerintahan VOC dan kolonial Belanda kemudian juga turut menggunakannya. Koin duit digunakan di Belanda sampai dengan tahun 1854. Secara etimologis, kata duit/deut berasal dari kata bahasa Norse Kuno thveit yang artinya sejenis koin kecil, namun arti harfiahnya ialah “kepingan-kepingan”.

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.

Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.

DUIT
Masyarakat indonesia tempoe doeloe mengartikan alat pembayaran dengan ucapan DUIT. 
kata duit itu sendiri mempunyai artian yang sangat mendalam, makanya orang tempo dulu tidak mengenal kata UANG, orang – orang tempo dulu tidak ada yang serakah – serakah kali seperti jaman sekarang ini.
Rangkaian Huruf – huruf DUIT mempunyai singkatan sendiri – sendiri. Entah siapa yang mencetuskan nama DUIT itu sendiri sebagai alat pembayaran yang masih umum sampai saat ini.
Coba kita telaah artian DUIT ; Jika di pisah 
D – U – I – T  :  D= Do’a U = Usaha I= Istighfar / Iman T=Tagwa / Tawakal

Pastinya agan bisa mengarikan artian kata – kata itu sendiri. Kata – kata tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Disini kita bisa memeberikan acungan jempol kepada orang orang jaman dulu yang memikirkan sebuah nama untuk ungkapan – ungkapan sepele seperti DUIT.

Berbeda dengan Kata UANG, ungkapan Duit yang telah dimodernisasi ini tidak memiliki makna artian sama sekali. Makanya si-pencari uang dan yang punya uang cuma asal – asalan juga, ada yang merampok, mencuri bahkan korupsi.

Uang sendiri telah dijadikan bahasa yang baku untuk diungkapkan. Ada yang aneh disini. Uang Juga mempunyai singkatan pendek jika dijabarkan mungkin pencetus kata uang sendiri adalah orang dari jama modern (yang juga mempunyai pemikiran pendek). Jika kata tersebut dipisah hanya mempunyai dua kata yaitu : 
U – ANG (kata U = Sebagai awalan dan ANG = Sebagai akhiran).
U = Usaha – ANG = akhiran dari kata Orang  Jika diartikan menjadi = Usaha orANG

Nah usaha orang kan berbeda – beda caranya. Disini jelas kata tersebut sangat pendek artinya dan pendek juga maknanya, cara dapetnya dan pendek juga jangka pegangnya.

Cara Mendapatkan Uang

Dalam artikel saya sebelumnya, dikatakan demikian: "Kerjakan apa yang Anda cintai, dan uang akan datang dengan sendirinya." Itu benar, tetapi untuk mendapatkan lebih banyak uang, Anda tidak boleh sekedar melakukan apa yang Anda cintai - Anda juga perlu MELAYANI orang lain untuk memperoleh apa yang mereka cintai. Lagi pula, bukankah Anda mendapatkan uang dari orang-orang yang Anda layani, sehingga semakin mereka suka, semakin mereka rela membayar. Jadi, inilah forumla tiga-langkah sederhana cara mendapatkan uang:

LOVE + SERVE = MONEY. 
  1. 1) Lakukan apa yang Anda cintai. 
  2. 2) Layani apa yang dicintai orang. 
  3. 3) Dapatkan uang sebagai imbalannya.

Bill Gates mencintai komputer dan peranti lunak. Tetapi, ada banyak orang di luar sana yang mencintai komputer, dan mereka sangat kesulitan membayar uang sewa komputer. Perbedaannya adalah Bill tidak hanya melayani mereka. Dia memberikan peranti lunak yang mereka butuhkan atau mereka inginkan, dan Bill mendapatkan uang yang cukup untuk membuatnya menjadi manusia paling kaya di dunia. 

Oprah suka bicara, tetapi ada banyak orang di luar yang suka bicara juga, bahkan jika mereka tidak tahu harus bicara apa, dan mereka bukan orang kaya. Perbedaannya adalah Oprah bicara mengenai topik-topik yang ingin didengar oleh orang-orang, dan ia membawakannya dengan kemasan yang menghibur sehingga orang dapat mengerti, dan itulah yang membuatnya menjadi seorang miliarder. 

J. K. Rowling mulai dari nol, dan cukup bermodalkan passion dalam menulis. Meski demikian, dia tidak sekedar menulis untuk dirinya sendiri, dia menuliskan Harry Potter untuk kita semua. Maka, anak-anak menyukai buku-bukunya, seperti Rowling yang suka menuliskannya untuk anak-anak, dan itulah yang membuatnya menjadi wanita terkaya di Inggris.

Cukup membahas nama-nama besar. 
Formula tiga-langkah bekerja pula untuk semua orang. 
  • Norbert Frischkorn menyiapkan panggung untuk acara-acara perusahaan seperti pertemuan-pertemuan tahunan, dan ia berkata, "Aku mencintai pekerjaanku, dan aku ada di sebuah bisnis yang melayani acara-acara besar untuk klienku. Jika aku melakukan pekerjaan dengan baik, mereka akan memberiku tip yang besar, dan mereka akan kembali lagi, dan akan memberiku tip yang lebih besar lagi." 
  • Formula tiga-langkah bekerja dalam profesi medis, di mana para dokter memperoleh penghidupan yang layak dengan cara melakukan pekerjaan yang mereka cintai itu dan juga melayani apa yang dicintai oleh semua orang : kesehatan! Ahli bedah Douglas Dorner berkata, "Sampai hari ini, aku masih suka bangun pagi, dan melakukan pekerjaanku. Hal tersebut sungguh menyenangkan. Dan, masyarakat menghargai apa yang kulakukan ini. Para dokter dan ahli bedah sangat dihargai."

Jadi, ikuti saja formula tiga-lagkah tadi. Lakukan apa yang Anda cintai dan ubahlah itu menjadi sesuatu yang dicintai oleh orang lain. Maka, Anda akan meraih dua hal yang terbaik - cinta dan uang.
by Richard St. John

"Sesuaikan pekerjaan yang Anda cintai dengan kebutuhan orang. Ganjaran finansial merupakan produk sampingan dari proses itu" -Anthony Tjan- (partner senior The Parthenon Group)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...