Tampilkan postingan dengan label SURAT LAMARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SURAT LAMARAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2011

5 Alasan Mengapa Lamaran Kerja Anda Ditolak


5 Alasan Mengapa Lamaran Kerja Anda Ditolak



Sesi wawancara di perusahaan baru memang menjadi momen yang paling mendebarkan.
 Anda khawatir tak akan bisa memberikan jawaban yang memuaskan. 
Jadi ketika Anda bahkan bisa bercanda dengan pewawancara, atau 
meninggalkan kantor tersebut dengan perasaan puas dan percaya diri, 
Anda merasa yakin pasti akan diterima bekerja. Tetapi ternyata, hari demi hari, 
minggu demi minggu, Anda tak juga menerima kabar baik tersebut. 
Kira-kira, apa yang salah dari diri Anda ya?
http://www.dealer-pulsa.net/wp-content/uploads/2009/10/lamaran-kerja.jpg

1. Anda overqualified
Mungkin Anda memang begitu menginginkan pekerjaan tersebut, 
dan Anda tidak mempersoalkan posisi yang diberikan. 
Namun tetap saja Anda dianggap overqualified, dan tidak diterima 
di perusahaan yang Anda inginkan. Pelamar yang memiliki 
pengalaman kerja dan latar belakang pendidikan yang melebihi kriteria 
yang ditetapkan oleh pemberi kerja, dikhawatirkan akan menuntut gaji 
yang lebih tinggi. Kemungkinan perusahaan juga merasa tidak sanggup 
menawarkan "paket" yang kompetitif dengan perusahaan Anda sekarang.
 Apalagi di masa sulit seperti sekarang. Sebagian perusahaan lebih suka
 mempekerjakan karyawan baru yang standar gajinya masih rendah.

2. Anda tidak mengenal "orang dalam"

Hari gini, networking memang lebih memegang peranan. 
Meskipun CV Anda sangat menonjol, wawancara pun berhasil Anda lalui 
dengan cemerlang, namun jika pelamar lain adalah putri teman 
main tenis direktur perusahaan yang Anda lamar, 
Anda mungkin akan kurang beruntung. Namun ini bukanlah alasan 
yang tidak bisa Anda hindari. Untuk memperbesar peluang Anda, 
cobalah memberikan kesan yang positif atau keunikan 
tertentu dalam diri Anda, sehingga Anda terus diingat oleh pemberi kerja.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFgAGAVEMUUj1uLKXhPF5C2uMj03JQb8WVgupGHIjYIRH3BcQCn6U0hN_F8gjPy_Tj8ky7lB8r2QmEFhOSwBBecotmO89Tyii-003lALL8g5cCgUmc1LvxLr-R85aK0zLS0-r35f57Vio/s1600/interview.jpg

3. Anda dianggap kurang profesional
Tidak semua pelamar bisa menciptakan suasana yang hangat di 
ruang wawancara. Anda mungkin bisa melakukannya, tetapi jika
 hal itu terjadi karena Anda ternyata teman dugem salah satu 
teman si pewawancara, Anda mungkin akan diterima sebagai teman saja,
 bukan sebagai karyawan. Dalam contoh yang lebih sederhana, 
mungkin Anda bisa menjawab semua pertanyaan wawancara dengan baik, 
namun tetap kurang cocok untuk posisi yang ditawarkan. 
Hanya karena obrolan Anda nyambung, tidak berarti 
Anda akan langsung memenuhi syarat yang diminta.

4. Anda membawa syarat-syarat sendiri
Latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja Anda sudah memenuhi syarat. 
Anda pun tangkas menjawab semua pertanyaan pewawancara. 
Sayangnya, saat diberitahu mengenai kondisi pekerjaan atau bagaimana 
nanti Anda harus bekerja, Anda membeberkan sejumlah persyaratan. 
Misalnya, Anda tidak bisa bekerja lewat dari pukul 19.00, 
karena tempat tinggal Anda jauh dari kantor.  Anda sedang berusaha 
memasuki perusahaan ini, jadi tunjukkan kesediaan Anda untuk berkompromi. 
Meskipun begitu, jika Anda memang tidak mampu memenuhi keinginan pewawancara, 
sebaiknya katakan sejak awal.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7KOf3BPTj_cOIxkzkDgACjeQNJS2_ENHoqJp_GWBMKnm9idyMgpCoExESVanloQ88RkjDsF1gBd37BGLEagJvq6drdb4txfOpDlhlXakP-xXM2W4roNoBU66W6dSKkYZWwre9f6omw6k/s320/WAWANCARA-_KERJA.gif
5. Ada alasan yang tidak dapat ditebak
Nah, ini yang tidak akan pernah Anda ketahui. Pada perusahaan-perusahaan di bidang kreatif, misalnya, seringkali karakter pribadi sangat menentukan. Sebab, Anda akan sering bekerja lembur sehingga Anda harus mampu bekerja sama dengan orang lain dalam waktu yang lama. Bisa saja Anda memberikan jawaban yang membuat pewawancara mengetahui sifat-sifat Anda. Kemungkinan lain, Anda mengatakan sesuatu yang sebenarnya tak perlu Anda sampaikan, dan malah membuka celah bagi sang pewawancara untuk mengetahui sisi negatif Anda.

Yang perlu Anda ingat, jujurlah dengan diri Anda saat sesi wawancara. Tak usah berharap bahwa Anda bisa mengecoh mereka. Jika pewawancara menelepon Anda untuk mengabarkan bahwa Anda tidak diterima, Anda boleh menanyakan apa alasannya. Bersikaplah profesional, dan jangan lupa berterima kasih karena mereka membantu memahami apa kesalahan atau kelemahan Anda.



Sabtu, 10 September 2011

Wawancara Kerja Yang Efektif


Wawancara Kerja Yang Efektif
Ariana – Jakarta

Dear TA, AsMod dan KoKiers,

Di era persaingan dunia kerja yang ketat, begitu banyak lulusan terbaik dari berbagai sekolah maupun universitas terkemuka, minimnya tingkat ketrampilan, belum ada pengalaman bekerja, menyebabkan mencari pekerjaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan dan ilmu yang kita miliki saat duduk di bangku sekolah atau kuliah merupakan suatu tantangan bagi sebagian pencari kerja.

Bagi sebagian orang begitu mudah untuk mendapatkan pekerjaan, begitu lulus dari SMU atau kuliah sambil bekerja, tetapi tidak bagi sebagian orang, memiliki ijasah dengan predikat lulusan terbaik, tetapi masih saja menganggur, padahal sudah puluhan surat lamaran bekerja dikirim via email maupun dengan cara konvensional lewat jasa pos, bahkan seringkali mendapat panggilan untuk wawancara kerja, tetapi hasilnya tetap saja nihil.

Seringkali kita merasa persyaratan yang tertera pada iklan lowongan bekerja telah sesuai dengan kualifikasi kita, berbagai test di perusahaan seperti psikotest dan test ketrampilan telah kita jalani, wawancara pun telah kita lalui, tetapi kita masih belum berhasil mendapat pekerjaan yang kita inginkan.
Beberapa bulan sebelum lulus kuliah, saya sudah diterima bekerja di sebuah perusahaan konsultan yang terletak di jalan Sudirman, Jakarta Selatan setelah mengikuti serangkaian test, seperti test psikologi, test ketrampilan dalam bahasa Inggris dan wawancara oleh dua orang manager perusahaan konsultan, bahkan salah satu manager adalah orang asing, dan wawancara dilakukan dalam bahasa Inggris.

Berbekal dari bahasa Inggris hasil kursus semasa kuliah, kuberanikan diri untuk menjawab pertanyaan dari manager, tanpa mempedulikan benar atau tidak grammar, yang penting percaya diri, dapat menjawab dengan lancar dengan semua pertanyaan yang diajukan kepadaku, dan tak kalah pentingnya adalah berdoa kepada Tuhan, agar semuanya berjalan dengan lancar.

Dua minggu setelah wawancara kerja tersebut, saya pun diterima bekerja di perusahaan konsultan, beberapa teman kuliah tidak lolos saat test tertulis dan beberapa lainnya gagal saat wawancara bekerja, padahal kalau dilihat dari indeks prestasi kumulatif teman kuliahku pun cukup baik dan bahasa Inggrisnya pun jauh lebih baik dibandingkan dengan saya.
Setelah bergabung beberapa tahun di perusahaan tersebut, saya pun mengundurkan diri untuk mencari pengalaman kerja di bidang usaha lain, dan kini saya bekerja di sebuah perusahaan, saya pun sering diminta untuk membantu Human Resources Department untuk melakukan seleksi calon karyawan baru.

Jika sedang semangat dalam hunting job, biasanya setiap hari Sabtu dan Minggu pagi, saya sudah duduk manis di sofa, sambil membaca lowongan pekerjaan di surat kabar yang berperedaran nasional, lowongan kerja sesuai dengan kualifikasi saya, dan saya akan menggunting iklan lowongan tersebut, dan pada siang harinya saya langsung membuat surat lamaran di lap top, dan segera mengirimkan via email address, kalau dulu sih menggunakan jasa pos, sampai petugas di loket pos pun mengenali saya, terlalu seringnya bolak balik ke kantor pos.

Saya meminta informasi lowongan pekerjaan juga dari teman-teman kuliah ataupun rekan kerja di perusahaan konsultan atau mengirimkan surat lamaran ke perusahaan yang saya incar, meskipun pada saat tersebut tidak ada iklan lowongan, biasanya kalau menggunakan cara mencari pekerjaan ini harus sabar, karena hasilnya terkadang baru kelihatan setelah beberapa bulan kemudian, dan hal ini tidak menjadi masalah, karena saya pun masih bekerja di perusahaan.
Pada saat ini untuk membuat surat lamaran dan curriculum vitae yang baik dan efektif pun, tidak sesulit dulu, kita tinggal search di googles, begitu banyak template surat lamaran dan CV yang baik, dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Indonesia.
Surat lamaran dan curriculum vitae yang baik didukung dengan pengalaman bekerja di berbagai perusahaan yang sebelumnya, membuat kita lebih mudah mendapat panggilan untuk test wawancara dibandingkan dengan surat lamaran dan CV yang standard.

Setelah mengikuti serangkaian test, wawancara sangat menentukan seorang kandidat diterima atau tidaknya di suatu perusahaan, seorang fresh graduate seringkali mengalami kegagalan dikarenakan kurangnya rasa percaya diri pada saat menghadapi wawancara kerja.

Beberapa tips wawancara kerja yang efektif, berdasarkan pengalamanku saat mencari pekerjaan dan menyeleksi calon karyawan.
  • Berpenampilan yang baik saat akan melakukan wawancara kerja, kesan pertama sangat menentukan saat kita akan bertemu dengan pewawancara.
  • Pemilihan busana kerja dengan model simple, rapi, warna netral, hindari penggunaan assesoris yang berlebihan, kecuali perusahaan yang dituju bergerak di bidang fashion.
  • Bersikap sopan santun, ramah dan sabar, saat menunggu tibanya giliran untuk wawancara.
  • Percaya diri dan yakin akan potensi serta kemampuan yang kita miliki, adalah modal utama saat melakukan wawancara kerja.
  • Usahakan menjawab pertanyaan pewawancara dengan singkat, jelas, padat dan fokus.
  • Menyiapkan jawaban untuk pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pewawancara, seperti deskripsi singkat tentang diri kita, alasan pindah bekerja, orientasi target jabatan dalam beberapa tahun mendatang, apa kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita, bagaimana kita menghadapi tekanan dan stress dalam dunia pekerjaan dan pertanyaan umum lainnya.
  • Ada baiknya kita mengetahui company profile untuk perusahaan yang kita lamar, dengan teknologi internet, dengan mudah kita dapat mengetahui company profile sebuah perusahaan atau bisa menanyakan secara singkat saat ada panggilan untuk wawancara.
  • Ajukan beberapa pertanyaan dengan singkat dan jelas seputar perusahaan, group perusahaan, prospek usaha dan jenjang karir di perusahaan tersebut, jika kita diberi kesempatan untuk bertanya.
  • Pada akhir wawancara, ucapkan terima kasih dan senyum yang tulus atas kesempatan yang diberikan oleh pewawancara.
  • Berdoa agar wawancara berjalan dengan lancar dan hasil sesuai dengan yang kita harapkan.
Semoga tips ini dapat membantu teman-teman yang sedang mencari pekerjaan, sukses selalu dan tetap semangat.


Salam sukses,

Kamis, 11 Agustus 2011

Daftar Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Saat Wawancara Kerja


Daftar Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan 
Saat Wawancara Kerja
Untuk sukses dalam sebuah job interview, anda harus memperlihatkan respon yang positif untuk semua pertanyaan yang diajukan. Oleh karena itu, untuk membantu Anda agar bisa lebih baik dalam menghadapi wawancara kerja, berikut ini diberikan daftar pertanyaan yang paling sering ditanyakan.

Pertanyaan yang biasa ditanyakan dapat dikelompokkan dalam tiga kategori utama yaitu :

  • Pertanyaan yang Menunjukkan Bahwa Anda Dapat Melakukan Pekerjaan Tersebut
  • Pertanyaan ini berhubungan dengan keahlian, pendidikan, dan pengalaman. Contoh: Kenapa kami mesti menerima saudara? Kenapa anda mau bekerja di perusahaan ini? Mata pelajaran apa yang paling anda sukai semasa sekolah?
  • Pertanyaan yang Menunjukkan Bahwa Anda Akan Melakukan Pekerjaan Tersebut
  • Pertanyaan ini berhubungan dengan perilaku kerja, kemampuan untuk melalui, dan motivasi menuju sukses. Contoh: Apa yang ingin anda raih dalam 10 tahun kedepan? Apa yang akan anda lakukan? Kenapa anda memilih jurusan……semasa kuliah?
  • Pertanyaan yang Menunjukkan Bbahwa Anda Dapat Bersosialisasi dengan Baik
Pertanyaan ini berhubungan dengan hubungan antar individu, fokus fleksibilitas dan kepribadian. Contoh :

  • Dapatkah anda menggambarkan suasana dan kondisi bekerja yang menurut anda paling ideal dalam hubungannya dengan karyawan lain? Jika saya bertanya pada perusahaan tempat anda bekerja sebelumnya, menurut anda apa yang akan dikatakan oleh mereka? Sebutkan tiga orang yang anda hormati dan kagumi ?

46 Pertanyaan Yang Paling Sering Ditanyakan
Pertanyaan-pertanyaan dibawah ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pewawancara. Jangan menghapalkan jawabannya. Pewawancara tidak mencari jawaban yang spesifik, mereka akan tertarik pada respon anda dan kualitas yang ditampilkan dari respon tersebut. Tidak ada jawaban yang sangat “benar” untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut.


  • 1. Apa rencara jangka panjang dan rencana jangka pendek anda, kapan dan kenapa anda merencanakan hal tersebut, dan apa persiapan anda untuk mencapainya?
  • 2. Apa tujuan spesifik anda, selain yang berhubungan dengan pekerjaan, yang anda miliki untuk 10 tahun kedepan?
  • 3. Menurut anda, apa yang akan anda lakukan 5 tahun lagi?
  • 4. Apa yang sebenarnya ingin anda lakukan dalam hidup ini?
  • 5. Apa tujuan jangka panjang dari karir anda?
  • 6. Bagaimana anda mencapai tujuan karir anda?
  • 7. Apa reward terpenting yang anda harapkan dari karir anda?
  • 8. Apa yang anda harapkan anda peroleh dalam waktu 5 tahun?
  • 9. Mengapa anda memilik karir yang telah anda persiapkan tersebut ?
  • 10. Menurut anda mana yang lebih penting, uang atau tipe pekerjaan?
  • 11. Apa kelebihan dan kelemahan anda?
  • 12. Bagaimana anda mendeskripsikan diri anda sendiri?
  • 13. Bagaimana teman atau guru anda yang sangat dekat dengan anda, menjelaskan diri anda?
  • 14. Bagaimana pendidikan mempersiapkan anda untuk karir yang sedang dijalani?
  • 15. Kenapa kami mesti menerima saudara?
  • 16. Apa kualifikasi yang anda miliki, yang anda pikir menjadi modal anda menuju sukses?
  • 17. Bagaimana anda menentukan atau mengukur tingkat kesuksesan?
  • 18. Menurut anda, apa yang dibutuhkan perusahaan seperti kami agar dapat memetik kesuksesan?
  • 19. Bagaimana cara anda untuk memberikan kontribusi terhadap perusahaan ini?
  • 20. Kualitas apa yang harus dimiliki oleh seorang manajer yang sukses?
  • 21. Jelaskan hubungan seperti apa yang harus dimiliki oleh atasan dan bawahan?
  • 22. Hasil apa yang anda peroleh yang memberikan anda kepuasan maksimal? Kenapa?
  • 23. Jelaskan prestasi anda semasa kuliah?
  • 24. Jika anda mempekerjakan mahasiswa yang baru lulus, apa kualitas yang anda pertimbangkan?
  • 25. Kenapa anda memilih tempat kuliah anda?
  • 26. Apa dasar anda dalam memilih jurusan ?
  • 27. Apa mata kuliah yang paling anda senangi? Apa yang paling anda tidak senangi?
  • 28. Apakah anda suka melakukan penelitian independen?
  • 29. Apa perubahan yang akan anda lakukan di Universitas tempat anda kuliah?
  • 30. Apakah menurut anda, nilai anda merupakan indikasi terbaik untuk hasil akademik anda?
  • 31. Apa yang telah anda pelajari dari kegiatan ekstrakurikuler?
  • 32. Apakah anda berniat untuk sekolah lagi?
  • 33. Suasana kerja seperti apa yang membuat anda merasa nyaman bekerja?
  • 34. Bagaimana anda bekerja dibawah tekanan?
  • 35. Pekerjaan paruh waktu seperti apa yang membuat anda tertarik? Dan kenapa?
  • 36. Bagaimana anda mendeskripsikan pekerjaan ideal bagi anda setelah anda lulus kuliah?
  • 37. Mengapa anda memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini?
  • 38. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan kami?
  • 39. Apa hal yang paling penting dalam pekerjaan anda?
  • 40. Kriteria seperti apa yang anda gunakan, untuk mengevaluasi perusahaan yang anda harapkan menjadi tempat anda nanti bekerja?
  • 41. Bagaimana dengan pilihan wilayah bekerja?
  • 42. Maukah anda dipindahtugaskan ke daerah lain? Apakah pemindahtugasan tersebut menggangu anda?
  • 43. Apakah anda mau melakukan travelling?
  • 44. Apakah anda mau mengikuti pelatihan selama paling kurang 6 bulan?
  • 45. Apa masalah besar yang pernah anda temui dan bagaimana anda menyelesaikannya?
  • 46. Apa yang dapat anda pelajari dari kesalahan yang anda buat?

Pertanyaan-Pertanyaan Lain yang Mungkin
1. Ceritakan tentang diri anda
2. Apa yang anda ketahui tentang posisi dimana anda sekarang sedang diwawancarai?
3. Apa yang anda pelajari dari tiga posisi terakhir anda?
4. Apakah anda menyukai pekerjaan anda? Kenapa?
5. Selama perjalanan karir anda, posisi mana yang paling anda sukai?
6. Kenapa anda ingin merubah karir anda?
7. Apakah anda memiliki pengalaman sebagai supervisor atau admin?. Ceritakan kepada saya.
8. Bagaimana gaya manajemen anda?
9. Bagaimana keahlian people-management? Berikan satu atau dua contoh.
10. Seberapa bagus anda berkomunikasi secara lisan dan tulisan? Berikan beberapa contoh.
11. Dapatkan anda memenuhi deadline? Jika iya, berikan contoh.
12. Berikan contoh keputusan yang anda buat, yang menguntungkan perusahaan.
13. Apa yang akan dikatakan oleh rekan kerja anda mengenai diri anda?
14. Apa yg dapat memotivasi anda?
15. Apa hobi anda?
16. Apa yang anda lakukan di waktu senggang anda?
17. Apakah anda mau melakukan perjalanan untuk posisi ini?
18. Jika karir anda menghendaki, apakah anda mau dipindahtugaskan dengan kenaikan jabatan?
19. Apa persyaratan gaji anda?
20. Apa yang akan dikatakan atasan anda tentang anda?

SEMOGA SUCCES Menyertai Kita Semua.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...