Tampilkan postingan dengan label SEBONGKAH PERENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEBONGKAH PERENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

Inilah Betapa Kuatnya Kekuatan Pikiran Anda

INSPIRASI

Inilah Betapa Kuatnya Kekuatan Pikiran Anda

Kekuatan Pikiran ~ Bila kita menanan biji mangga, maka akan berbuah mangga. Bila kita menanam biji jeruk, maka akan berbuah jeruk. Sangat tidak mungkin bila biji-biji itu menghasilkan buah yang lain.

Begitu juga juga dengan apa yang kita alami di dunia ini, susah, senang, kesedihan, penderitaan, kemakmuran, dan beragam dinamika hidup lainnya, itu berasal dari diri kita sendiri, yaitu pikiran dan perasaan kita. Apapun yang terjadi pada diri kita saat ini adalah hasil dari apa yang kita tabur sebelumnya.

Berhati-hatilah dengan pikiran kita. Semua bisa terjadi karena pikiran kita. Seperti yang ulasan pada artikel sebelumnya yaitu Lebih dari Pemenang, semakin sering kita memikirkan hal-hal negatif maka sama halnya kita menarik kejadian-kejadian yang negatif dalam kehidupan kita dan sebaliknya bila semakin sering kita memikirkan hal-hal positif dalam kehidupan kita, maka sama halnya kita menarik kejadian-kejadian yang positif dalam kehidupan kita.

Akal akan membangun persepsi, meresap ke hati, terakumulasi menjadi sistem kepercayaan diri dan alam akan menyesuaikan kenyataan yang sesuai dengan sistem kepercayaan diri tersebut. Tentunya kita ingin hal-hal yang positif itu terjadi dalam kehidupan kita, maka mulailah untuk berpikir secara positif, tidak perlu menunggu nanti, besok, atau lusa. Berpikirlah positif dari sekarang.

Semua fasilitas yang ada dan telah kita nikmati selama ini, televisi, lampu, mobil, pesawat, semua adalah hasil dari pemikiran. Inilah instrumen dasar yang harus kita ubah ubah untuk bisa berubah. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa merubah diri kita, selain diri kita sendiri.

semua bunga esok hari ada dalam benih hari ini, semua hasil esok hari ada dalam pikiran hari ini - Aristoteles 

Orang-orang yang sukses pasti diawali dengan rasa percaya yang tinggi. Mereka mengawalinya dengan kata-kata "Aku bisa. Aku pasti bisa!". Tidak ada kata menyerah dalam kamus mereka. Yang mereka pikirkan adalah perujangan dan berusaha. Kegagalan mereja jadikan cambuk untuk bisa menjadi lebih baik.

Orang-orang yang sehat jiwa dan raganya bukan hanya karena pola hidup mereka yang sehat. semua bersumber dari pikiran. Hati yang gembira adalah obat, tetapi semangat yang patah keringkan tulang. Bila kita selalu memikirkan hal negatif dan kita mengijinkan perasaan kita untuk bersedih, maka hal itu akan menyebabkan daya tahan tubuh kita menurun sehingga kita gampang terkena penyakit.

Dr. Herbert mengatakan bahwa lebih dari 90% penyakit tubuh disebabkan oleh jiwa, sering disebut dengan Psycho-Somatic Disease. Istilah ini berasal dari kata psycho yang berarti jiwa, dan somo yang berarti tubuh. Apabila jiwa (psycho) sedang berpikir maka akan memengaruhi tubuh (somo). Beberapa penguatan teori ini ditambahkan oleh penelitian pada 1986 tentang dialog dengan jiwanya sendiri oleh Fakultas Kedokteran di San Fransisco. Menurut hasil penelitian, lebih dari 75% penyakit tubuh berasal dari dialog dengan jiwanya sendiri. Itulah yang oleh ahli jiwa disebut “Sandiwara Internal”. Inilah cara orang menggambarkan kehidupan dalam benaknya, termasuk pikiran-pikiran dan susunannya dalam mental.

Bagaimana dengan pikiran yang kita punya? Sudahkah kita memiliki Kekuatan Pikiran yang positif? Kunci sukses dalah suatu kehidupan itu terletak pada pikiran kita. Semua itu tergantung bagaimana cara kita mengolah pikiran itu.

ubahlah pikiran Anda, maka hidup Anda akan berubah

///sumber///

Sabtu, 20 Agustus 2011

Perbedaan TEMAN, PACAR, SAHABAT, MUSUH



Perbedaan TEMAN, PACAR, SAHABAT, MUSUH

alt
Teman, sahabat, pacar dan musuh adalah orang – orang yang berada di sekeliling kita, pernah kah kita renungkan apa arti mereka untuk kita? yang mana orang yang paling penting untuk kita? Ada fakta yang kadang jarang kita sadari tentang mereka…
  • Teman selalu ada disaat kita senang, tapi belum tentu ada disaat kita susah, kalau ada pun belum tentu membantu kita, dan dia akan marah atau kecewa saat dia tidak di ajak bersamamu untuk bersenang – senang……dia selalu ada jika kamu meminta dia ada di dekatmu…
  • Sahabat selalu ada disaat kita susah, tapi belum tentu ada disaat kita senang, dia tak pernah marah saat kamu tak mengajaknya disaat senang, dia mengerti kamu dan selalu ada untukmu di saat susah dan senang……dia selalu ada meski kamu tak pernah meminta dia di dekatmu
  • Teman mu suatu waktu bisa saja menjadi musuh karena kesalah pahaman, tapi sahabat tak akan pernah menjadi musuhmu karena dia orang yang paling mengerti kamu dan selalu mau mengalah untuk mu…
  • Musuh tak kan pernah bisa jadi teman karena dia orang yang tidak sejalan denganmu, jadi tidak mungkin kamu bisa jalan bareng atau bersenang – senang bersama musuhmu…
  • Tapi musuh bisa jadi sahabatmu untuk sesaat……dia bisa jadi orang yang membantumu saat kamu susah dalam hal – hal yang tidak terduga dan sebenarnya dia adalah orang yang terjujur dalam menilai kamu… saat dia memaki dan memfitnah kamu itu adalah perkataan yang jujur… jika teman kita menilai kita biasanya hanya yang baik – baik dari kita yang di ungkapkan…
  • Teman bisa menjadi pacar, tapi sahabat tidak bisa menjadi pacar karena perasaan sayang yang ada adalah berbeda… karena sahabat tak mengharapkan kebahagiaan darimu…
  • Pacar bisa jadi musuhmu, saat kamu putus bisa saja dia sangat membencimu…musuh tidak bisa jadi pacar karena dia sangat membencimu.
  • Pacar bisa menjadi sahabat untukmu… bisa menjadi teman untukmu…


Kesimpulan
  • Sahabat pasti bisa jadi teman untukmu tapi teman belum tentu bisa jadi sahabat untukmu
  • Sahabat tidak akan jadi musuhmu, tapi musuhmu bisa saja di waktu dan momen tertentu bisa jadi sahabatmu
  • Teman bisa jadi musuh tapi sangat mustahil musuh jadi teman…
  • Pacar bisa saja nantinya jadi musuhmu, tapi musuhmu kecil kemungkinannya untuk bisa jadi pacarmu
  • Teman bisa jadi pacarmu dan pacarmu bisa jadi temanmu…
  • Pacar bisa jadi sahabatmu tapi sahabat sulit untuk jadi pacarmu…
You migh

Minggu, 14 Agustus 2011

Sisi Lain Wajah Kita


Sisi Lain Wajah Kita
Aku mengenali nafas ini,
Nafas yang sekian lama membuatku hidup
Namun terkadang
aku merasa asing
dengan aku
Meski tetap dengan
nafas ini

Sekotak lemari bajuku
sebesar pintu cermin kacaku
dan nyanyian merdu itu
hening melupakan aku
apa adanya

Dan aku sangat malu
Bahkan kentut satu bukti sehatku
Menjadi aib bagiku
Selama ini kita melihat sebuah pujian adalah hadiah  yang menyenangkan untuk ego kita, sementara ketika orang lain melihat kekurangan, kejelekan, atau kelemahan kita, seringkali kita melihat sebagai ancaman bagi keagungan ego dan keluarbiasaan kita.

Betapa membanggakan hati kita ketika banyak orang memuji “Kamu anak yang sopan, dan selalu menurut apa kata orang tua dan guru” atau “kamu anak yang baik, selalu mau berkorban untuk orang lain”, atau “wuih.. gantengnya, wuih cantiknya” ataupun beberapa pujian yang sangat memanjakan rasa kebanggaan kita.  Namun ketika sebuah sapaan peringatan, ejekan, ataupun ketidak setujuan dengan apa adanya kita terungkap, suatu misal “Dasar keras kepala”, “Anak gak tahu terima kasih”, “Dasar ga punya sopan santun”, “udah jelek hitam lagi”, pasti spontan membangkitkan pemberontakan habis-habisan dan penyangkalan atas ketidaknyamanan kita.  Kita menjadi sensitif dan mudah tersinggung bahkan marah yang mampu memuncak, ketika mendapati kenyataan yang tidak memuaskan kebanggan kita.

Kita lupa diperkenalkan sisi lain dari kepribadian kita, kita hanya terbiasa dengan istilah baik dan buruk, dan melupakan esensi, elemen yang membentuk kita sebagai pribadi yang utuh.   Belajar tentang hal baik dalam rangka membangun kualitas pribadi yang baik tentunya sebagai sebuah keharusan, namun berani melihat ketidakbaikan dalam diri kita tentunya juga bagian dari pendewasaan keutuhan dan keunggulan pribadi kita.

Kita disibukkan dengan sebuah pencapaian keinginan menjadi orang baik, terhormat dan disegani, sementara kita lupa ada sisi lain, yang terkadang pada sebuah kondisi menguasai dan membuktikan tanpa bisa dibantah, bahwa kita belum benar-benar menjadi baik.

Baju-baju itu
Wangi parfume itu
Membuatku lupa
bahwa aku adalah mahkluk
yang telanjang dan bau..


Belajar mengenal aku : jelek, sensitif, kasar, ga baik hati, sombong, iri lihat teman beli laptop baru, merasa orang lain ga lebih baik dari aku, ga punya empati, sok baik hati, suka ngeluh, seneng dipuji, mau menang sendiri, dlsbytbdssps (dan lain sebagainya yang tidak bisa di sebutkan satu persatu)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...