Tampilkan postingan dengan label MEMBANGUN USAHA BARU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MEMBANGUN USAHA BARU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

8 Tipe Kepribadian Manusia Dalam Mengelola Keuangan


8 Tipe Kepribadian Manusia Dalam Mengelola Keuangan
 
Setiap orang memiliki money archetype (budaya dalam diri saat menghadapi keuangan) yang berbeda. Perbedaan archetype ini membuat cara pandang seseorang terhadap uang menjadi berbeda pula. Termasuk bagaimana seseorang memperlakukan uang.

Tipe archetype bukan menunjukkan kepribadian Anda, namun lebih dalam mengarahkan tempat di mana anda berada. Artinya, bagaimana karakter dan kebiasaan Anda mengenai pengelolaan keuangan bisa dikenali dari sini. Dengan mengenali karakter ini, sebagai individu Anda bisa menghindari dari kebocoran keuangan. Dampak positif lainnya lebih terasa pada pasangan. Anda dan pasangan bisa lebih saling mengenali dan mampu mencari solusi keuangan yang menyeimbangkan hubungan.

Coach Yuza Aziz dan Coach Tom MC Ifle, pemilik iCOACH, memaparkan delapan macam money archetype dan dampaknya:

1. Innocent
Seseorang yang memiliki tipe ini cenderung memiliki rasa takut , tidak percaya diri, dan tidak mau memikirkan masalah keuangan. Orang-orang tipe ini memiliki rasa ketakutan yang tinggi ketika dihadapkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan keuangan. Dia merasa tidak memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengatur segala seuatu tentang uang.

Dampaknya, jika seseorang mendapatkan uang dalam jumlah besar, akan mudah habis. Karena kebiasaan yang dimiliki orang dengan tipe ini cenderung tidak bertanggungjawab dengan uang.

2. Victim
Kebanyakan orang yang memiliki tipe ini cenderung akan menyalahkan orang lain ketika mengalami suatu masalah. Mereka akan merasa khawatir jika masalah yang dihadapi akan berbalik menimpa diri mereka. Oleh karena itu, untuk menyelamatkan diri, mereka akan menyalahkan orang lain sebagai penyebab terjadinya masalah tersebut. Karakter mendasarnya, orang tipe ini tidak mudah percaya kepada orang lain.

Dampaknya, uang menjadi tidak produktif. Karena tipe victim ini tidak mempercayakan uangnya untuk investasi atau menabung di bank, misalnya. Uang hanya akan disimpan dalam brankas atau bahkan di bawah bantal, karena tidak percaya lembaga keuangan.

3. Martyr
Orang-orang pada tipe ini memiliki kecenderungan berkorban buat orang lain. Meskipun demikian, setelah berkorban untuk orang lain, mereka mengharapkan suatu balasan. Sisi negatifnya, dengan banyaknya pengorbanan yang dilakukan untuk orang lain, orang tipe ini seringkali mengabaikan dirinya sendiri.

Dampaknya, tipe martyr ini tidak pernah
bisa menabung. Orang lain akan sangat mengandalkan si martyr ini untuk meminjam uang. Bahayanya lagi, tipe ini tidak berani atau bahkan malas menagih piutang.

4. Fool
Tipe ini cenderung memiliki spontanitas yang tinggi, dan bertindak tanpa dipikirkan lebih matang. Mereka tidak berpikir tentang masa depan. Apa yang ada sekarang, itulah yang dilakukan.

"Fool di sini lebih kepada konyol. Karakternya malas, mengharap uang cepat atau instan," kata Tom, menyebut tipe ini sebagai spekulator yang tidak disiplin. Dampaknya, spekulator ini berani berhutang hanya untuk kesenangan semata.

5. Tyran
Orang-orang yang memiliki tipe ini cenderung takut kehilangan uang. Biasanya, orang pada tipe ini memiliki sifat yang serakah dan tidak pernah puas. Seringkali mereka bekerja terlalu keras tanpa memperdulikan berbagai hal lain di sekelilingnya. Bahkan tidak jarang juga, orang pada tipe ini tidak memperhatikan kesehatannya.

Dampaknya, tipe ini selalu merasa tidak pernah cukup dengan kondisi keuangannya. Akhirnya cenderung memanipulasi dan terlalu mengontrol.

6. Warrior
Berbeda dengan kelima tipe di atas, tipe ini memiliki kecenderungan untuk menciptakan ide menjadi realitas. Orang-orang dengan tipe ini memiliki sifat yang bijaksana, mempunyai target yang jelas untuk masa depan, dan juga kalkulatif dalam perhitungan pemasukan dan pengeluaran. Mereka juga memiliki kepercayaan diri dan sukses dalam masalah keuangan.

Tipe ini sangat sehat, kata Tom. Orientasinya yang jelas menuju sasaran membuatnya sukses secara finansial. Tipe seperti ini biasanya ditemui pada para pengusaha sukses yang disiplin dengan keuangannya.

7. Magician
Orang yang memiliki tipe ini cenderung menjadikan masa lalu sebagai suatu pembelajaran. Mereka juga berusaha untuk mengubah suatu ide menjadi realitas walaupun terlihat tidak mungkin. Orang-orang dengan tipe ini cenderung memiliki sifat idealis, percaya diri, dan mengandalkan diri sendiri. Mereka percaya bahwa mereka memang dapat mengerjakannya.

Tipe seperti inilah yang diharapkan, kata Tom. Dia menjadi tuan atas uangnya dan tidak menjadi hamba atas uang, apalagi mendewakan uang.

8. Creator/Artist
Tipe ini biasanya mengikuti panggilan hati dalam melakukan berbagai hal. Mereka juga memiliki sifat yang idealis dan spiritual yang cukup baik. Mereka juga terbiasa untuk menciptakan sesuatu.

Kecenderungannya, tipe ini bekerja demi passion dan tidak realistis. Bahkan terlalu ekstrem, seakan tidak membutuhkan uang.

Dengan mengenali berbagai tipe ini, Anda sebagai individu apalagi bersama pasangan bisa saling menyeimbangkan diri. Dengan begitu akan lebih mudah menemukan perencanaan dan solusi keuangan.

source: http://www.screetymovie.co.cc/2010/07/8-kepribadian-dalam-mengelola-keuangan.html

Minggu, 31 Juli 2011

Membuka Usaha Hanya Bermodal Dengkul, Kenapa Tidak

Membuka Usaha Hanya Bermodal Dengkul, Kenapa Tidak

Peluang Usaha - Untuk memulai usaha, tidak melulu selalu berawal dari modal uang. Karena segala sesuatunya sebenarnya berasal dari ide-ide dan impian yg tiap orang miliki.

Tapi sebrilian apa pun ide itu tidak akan ada artinya jika kreativitas yg ada tidak dikembangkan. Untuk itu, diperlukan pentingnya keberanian mengambil risiko dalam berbisnis.

Sebagian besar orang sukses di dunia mengawali kesuksesannya dgn ide-ide yg tidak lumrah, kreatif dalam mengimplementeasikan idenya, serta berani untuk merealisasikanya kreasinya tersebut.

Tapi, apakah tiga hal itu cukup. Ternyata belum, wirausahawan harus jeli melihat masalah sebagai peluang usaha. Masalah-maslah yg muncul dalam kehidupan justru memunculkan peluang usaha.

Pasalnya, masalah yg dihadapi banyak orang memerlukan solusi, alternatif pemecahan, jalan keluar. Dan itu dapat memberikan nilai ekonomis bagi mereka yg mampu menawarkannya sesuai kebutuhan yg ada.

Akan tetapi, tidak semua peluang baru yg muncul itu memberikan peluang usaha yg bertahan lama. Di mana saluran pemasaran tidak terjamin ke depannya karena masalah yg dihadapi orang banyak itu berangsur memulih.

Ada satu hal yg membuat wirausahawan nyaman dalam menjalankan usahanya, yakni memilih peluang usaha sebagai usaha sesuai dgn hobi dan minat. Dgn berusaha berdasarkan hobi ini, orang umumnya berpendapat kekayaan dan popularitas hanyalah konsekuensi, bukan tujuan utama.

Sikap menjajal hal-hal baru juga perlu dilakukan. Dgn ini, maka kemungkinan untuk melebarkan sayar usaha terbuka lebar. Karena potensi peluang usaha dari hal yg belum tergarap dapat terpetakan.

Selanjutnya, jangan pernah menyerah jika apa yg dihasilkan tak sesuai harapan. Kegagalan merupakan keberhasilan yg tertunda, tetap komit atas apa yg dilakukan dgn inovasi yg dilakukan bakal membalik kegagalan menjadi kesuksesan.
Sumber: okezone.com

Salam sukses mulia...

Bagaimana cara memulai bisnis dengan modal dengkul? Pertanyaan ini banyak diajukan oleh mereka yang ingin sekali membuka usaha tapi tidak memiliki cukup modal. Mungkin juga diajukan oleh orang yang punya modal tapi tidak berani mengambil resiko kehilangan modal. Sehingga dianggapnya bisnis modal dengkul merupakan langkah yang aman.

Enak memang kesannya kalau bisa memulai bisnis tanpa modal. Dalam prakteknya memang banyak yang bisa...........

memulai usaha tanpa modal uang sepeserpun. Contoh paling banyak adalah makelar. Ia hanya perlu mempertemukan orang yang ingin menjual dengan orang yang ingin membeli, kemudian ia akan mendapat komisi. Tapi untuk menjadi makelar yang profesional dengan penghasilan yang bagus apakah hanya cukup dengan modal dengkul? Saya yakin pasti tidak, ia pasti memerlukan modal-modal lainnya.

Ada juga sich yang benar-benar hanya menggunakan dengkulnya yaitu tukang pukul, tukang pikul di pasar, tukang parkir, Pak Ogah, dan sejenisnya. Tapi apakah itu bisnis yang anda inginkan?

Kalau saya pribadi, sebaiknya jangan biasakan berkeinginan untuk memulai bisnis hanya dengan modal dengkul. Hasilnya lebih tidak menentu. Alangkah baiknya kalau kita bisa memanfaatkan modal yang lebih dahsyat yang sudah kita miliki. Bukankah kita punya Otak yang bisa kita manfaatkan untuk memulai usaha.

Daripada menggunakan modal dengkul, hasilnya akan jauh lebih baik kalau kita mau memulai bisnis bermodal otak. Modal dengkul sebentar saja akan lelah dan salah-salah kalau kaki patah, bisnis juga musnah. Kalau bisnis pakai otak, seburuk apapun kondisi bisnisnya bisa dicari siasat yang lebih tepat sehingga bisnis bisa selalu selamat.

Gunakan imajinasi dan pikiran untuk memikirkan cara atau strategi memanfaatkan potensi yang ada untuk memulai usaha. Bukankah dengkul juga dikendalikan oleh otak. Kalau memulai usaha dengan hanya mengandalkan dengkul berarti otak dikendalikan dengkul dong.

Jadi bagi yang ingin segera memulai bisnis, gunakan otak, pikiran, dan imajinasi anda. Temukan jalan yang terbaik untuk memulai. Otak adalah modal paling mahal di dunia. Saya yakin orang-orang sukses pasti lebih banyak menggunakan otaknya daripada dengkulnya. Kecuali otak anda sudah ada di dengkul, silahkan berbisnis dengan dengkul anda.

Semoga bermanfaat

Tips Mengembangkan Bisnis


Tips Mengembangkan Bisnis

Pinjaman Dana – Dalam Mengembangkan bisnis bisa dgn seribu cara. Urusan modal tentu soal nomor satu yg harus dipersiapkan. Meminjam di institusi keuangan bisa jadi pilihan, namun apakah bisa menjalankan bisnis tanpa pinjaman?

Yusa Aziz, CEO iCOACH, mengatakan, Anda bisa mengembangkan bisnis tanpa pinjaman dana. Namun, tegasnya, pastikan arus kas Anda dalam posisi aman, stabil, dan baik.

Kadang yg menjadi ukuran keberhasilan pebisnis adalah berapa besar profit yg dihasilkan bisnisnya. Padahal yg penting ketika melihat neraca keuangan Anda, cashflow bisnis Anda bagus," papar Yusa dalam seminar bisnis beberapa waktu lalu.

Jika Anda mendapati kas kosong pada neraca keuangan, ini pertanda bisnis tak berjalan baik. Perbaiki lebih dulu arus keuangan sebelum memutuskan mengembangkan usaha, apalagi dgn pinjaman dana uang di bank, misalnya. Karena dgn memaksakan diri mencari pinjaman dana, beban bunga akan membuat keuangan perusahaan menjadi lebih memburuk.

Padahal menurut Yusa, banyak cara mendapatkan dana untuk mengembangkan bisnis Anda, terutama kaitannya dgn modal usaha.

Yusa mencontohkan, pebisnis bisa mencari angel investor atau rekanan. Sebuah asosiasi, yayasan, atau lembaga keuangan non bank yg memiliki idle fund bisa menjadi sumber modal pebisnis. Diperlukan kredibilitas yg tinggi untuk mendapatkan modal ini. Artinya, buktikan bahwa bisnis Anda berhak mendapatkan pinjaman dana untuk mengembangkan bisnis. Philantropist atau dermawan bisa menjadi pilihan angel investor lain. Jika ide bisnis Anda cemerlang, dgn mengajukan proposal yg kuat, Anda bisa menarik perhatian para dermawan ini untuk memberikan pinjaman lunak. Tentu saja, tunjukkan lebih dulu kredibilitas Anda sebagai pebisnis.

Modal dalam bisnis tak sekadar uang, namun juga ide, waktu, dan kebebasan. Jika Anda memiliki kelebihan dalam hal ide, waktu dan kebebasan dalam menjalankan sebuah bisnis, sedangkan tak punya cukup uang, maka pergaulan sosial yg luas bisa membantu Anda mewujudkan bisnis. Dgn cara ini, bisnis bisa berjalan tanpa mengandalkan pinjaman dana berbunga.
Sumber: kompas.com

Hal Penting sebelum Memulai Usaha Sendiri


Hal Penting sebelum Memulai Usaha Sendiri
Anda yang ingin memulai usaha atau mendirikan bisnis sendiri
Tabloid Nova memberikan kiat dan tips untuk menjadi pengusaha sukses, berikut kiatnya :

1. Minat. Pilih peluang usaha modal kecil yang sesuai minat dan keterampilan yang dimiliki.

2. Jenjang Karier. Menjalani pekerjaan yang disukai akan meningkatkan jenjang karier dan tentu saja akan mempengaruhi pertambahan penghasilan.

3. Kelola Uang. Adanya peningkatan penghasilan akan lebih memudahkan untuk mulai berinvestasi. Jadi, kelolalah uang sebaik mungkin.

4. Ciptakan Peluang. Lebih baik menciptakan peluang baru, dan usahakan jangan mengikuti bidang usaha yang sudah ada salah satu contoh usaha yang mungkin bisa Anda coba adalah menjual tinta printer, toko akesoris komputer, jualan pulsa dan usaha lainnya yang masih sedikit kompetitornya.

5. Kondisi Stabil. Rapikan terlebih dahulu kondisi keuangan keluarga sebelum memulai berwirausaha.

6. Buat Rencana. Pelan-pelan buat rencana usaha yang akan digeluti. Tak perlu menunggu setelah pensiun untuk merencanakan sebuah usaha.

7. Tekun. Siap menghadapi tantangan dan tekun adalah modal utama menjalankan usaha.

8. Aset aktif. Usaha kecil, bisnis properti, dan surat berharga adalah tiga hal yang sebaiknya sudah berhasil dimiliki saat masih aktif bekerja.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...